Mengapa kata ‘Membangun’ lebih penting dari kata ‘Mencari’
Saya jadi teringat untuk pertama kalinya dulu, ketika kakak tingkat saya lulus/wisuda dari kampus. Sebut saja UNS. kata pertama yang muncul adalah Mencari. Dalam arti mencari kerja…
ya benar mencari kerja adalah pemikiran atau kegiatan wajar mereka yang membutuhkan uang, membutuhkan sebuah kegiatan yang menghasilkan uang.
Kenapa malah yang seorang Sarjana, seorang intelektual, berpendidikan tinggi, bahkan ada yang sampai S2 atau pun S3. Tetapi mindsetnya mencari kerja, mencari lowongan kerja. Bagi beberapa orang yang takut dipecat dan mencari aman, tentu saja pilihan untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah yang terbaik. Apalagi dengan segala tunjangan dan segala program pemerintah.
Dan bagi beberapa orang yang berpendidikan rendah, seperti SMA, SMP bahkan yang tidak sekolah sekalipun maka pilihannya adalah bekerja di sebuah perusahaan. Kenapa bisa begitu, jika pendidikan menjadi titik ukur untuk mendapatkan kerja yang lebih aman, lebih bergaji besar, kenapa pendidikan tidak atau seperti tidak mengajarkan untuk menciptakan seorang yang membuka lapangan pekerjaan. Sudah sewajarnya seorang Sarjana atau yang berpendidikan lebih tinggi harus bisa mengayomi seorang yang berpendidikan rendah.
Ketika saya berkuliah, saya belajar untuk mengikuti sebuah sistem. Begitu pun saat saya sekolah dulu. Jika apa yang dikatakan Steve Jobs tentang ” Sistem hanya menghasilkan sistem”, dan karna itu dia keluar kuliah/kampus. Dan begitulah yang mungkin dialami oleh kebanyakan dari lulusan Sarjana yang telah diwisuda tentunya.hehe…
pendidika adalah sebuah sistem. Bisa benar, bisa juga salah. Jika ditelaah dari katanya Pendidikan/education berasal dari kataeducare yang berarti mengeluarkan, bukan menjejalkan atau dipaksa hafal. Jika hakikat pendidikan seperti itu, maka tugas Guru, dosen atau pengajar sangatlah berat, kenapa?. karena setiap anak, setiap murid, setiap mahasiswa berbeda satu sama lain, berbeda passionnya, dan selalu begitu.
Tapi kenapa sistem pendidikan kita seperti dipaksa untuk bisa menghafal, mengingat, menjejalkan?. (bahkan saya dulu harus bisa aljabar, dsb, sekarang saya sudah lupa, pun setelah saya berkuliah/kerja , semua itu tidak ada gunanya bagi saya.hehe).
Saya juga masih belum tahu kenapa sistem seperti itu masih ada, seakan semua murid harus dipaksa hafal, seperti seorang tentara yang harus menuruti semua perkataan atasannya, dan seperti seorang pegawai yang harus menurut. Jadi jika saya simpulkan maka sistem pendidikan saat ini di sekolah memaksa kita untuk menjadi pegawai. itu menurut pandangan saya.hehe
Kembali kekata Membangun dan Mencari. terkadang kenapa banyak lulusan lebih banyak memilih kata Mencari daripada membangun, karena Mencari lebih mudah dilakukan (mungkin), seperti Mencari kerja. Berbeda dengan Membangun kerja. Kata Membangun kerja berarti bisa diartikan sebagai entrepenur atau wirausaha. Tentu saja membangun lebih susah daripada Mencari, karena membangun berarti membuat sesuatu dari nol, dari yang tidak ada dan sedikit demi sedikit akan menjadi besar. Bisa dilihat Steve Jobs yang memulai Apple Company dari sebuah Garasi.
Kenapa semua orang tidak ingin membangun dan lebih suka mencari?
Jawabannya karena Membangun lebih sulit dilakukan pun membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan seumur hidup, karna itulah mencari menjadi alternatif.
Kabar baiknya sekarang sudah ada beberapa sekolah yang berfokus pada pendidikan untuk berwirausaha, seperti Universitas Ciputra Entrepprenurship dsb. Jadi zaman sudah sedikit berkembang, terutama bagi Indonesia dan beberapa juga sudah ada yang sadar untuk belajar pentingnya berwirausaha, membangun bisnis dsb. Bisa dilihat saat ini sudah muncul pebisnis muda seperti yang membuat Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dsb. mereka adalah orang-orang muda yang membuktikan bahwa membangun sebuah bisnis atau usaha di usia muda adalah hal yang mungkin/posible.
Jadi marilah kita mencoba untuk tidak berputar-putar seperti tikus dalam roda kurungan. Yang terus mencari kerja, mencari kerja, dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain, hingga lupa bahwa umur ternayata sudah tua. Dan marilah kita sedikit demi sedikit walaupun disamping bekerja di, kita membangun sebuah usaha, small bisnis, yang pastinya bisa berguna bagi investasi kita kedepannya, baik untuk anda saat ini, maupun bisa diteruskan ke anak cucu kita, small bisnis tersebut, yang mungkin akan menjadi Big bisnis.
Terimakasih sudah menikmati artikel ini. ^_^

0 Comment for "MENGAPA KATA MEMBANGUN LEBIH PENTING DARI KATA MENCARI"