Kemarin teman saya bertanya kepada, “ Hai Wisnu bagaimana cara agar Indonesia menjadi negara yang maju bagaimana cara agar dapat mengentaskan kemiskinan yang sudah mengakar di Indonesia ini? ”. Saya pun terkaget karena mendapat pertanyaan yang menurutku sangat sulit padahal saya seorang yang bukan dari jurusan ekonomi tetapi dari jurusan sastra. Walaupun begitu harus tetap saya jawab dengan sedikit ilmu sastra dan ilmu finansial yang say abaca dari buku-buku jualan saya.
Oke pertama Saya akan mencoba menjawab itu dengan menguraikan pola mengapa dilanjut dengan membahas pendidikan, di Indonesia..
Baca Juga : Dua Sisi Kapitalis
Jujur saja memang sulit jika ditanya bagaimana?, tetapi kenapa kita tidak memulai dulu dari mengapa ?, mengapa Indonesia masih menjadi negara berkembang, dimana masih ada warga yang berada dalam garis kemiskinan. Ketika saya bertanya mengapa itu berarti kita harus ada niat dulu untuk menjadi kaya dan itu harus dilakukan secara personal atau individu. Saya berpendapat bahwa sebenarnya orang miskin itu menjadi miskin karena dia berada pada suatu lingkungan yang sama dimana kata-kata yang sering diucapkannya pun akan sama dan berat, semisal saya tidak dapat membeli itu karena sangat mahal…, ah kita cuman orang miskin kita tidak sanggup membayar itu semua…dan kata-kata negative yang terus mereka ucapkan itu sebenarnya sudah mempengaruhi pikiran mereka untuk tetap menjadi miskin.
Dimulai dari mengapa secara individu, itu yang pertama yaitu mental atau pikiran mereka, kedua tentu saja peran pemerintah. Saya melihat sejak dahulu kapan system pendidikan kita berubah, apakah sekarang sudah menjadi lebih baik atau apakah system pendidikan kita masih selalu pada tahap coba-coba untuk menemukan yang terbaik. Saya melihat system pendidikan terutama sekolah negeri yang menurutku masih menggunakan cara lama atau tradisional dalam melaksanakan pendidikan.
Saya pernah membaca kalimat menarik dalam bahasa inggris dari seorang bapak Investor dunia, “ Kenapa saya bersekolah jika ketika saya keluar saya tidak belajar apapun tentang uang “. Inilah yang menjadi masalahnya, system pendidikan kita salah satunya tidak mengajari kita untuk belajar secara intens tentang ilmu uang, seperti bagaimana cara menabung yang baik, berinvestasi, menangani hutang dan sebagainya. Menurutku ilmu tentang uang harus wajib ada seperti adanya pelajaran wajib bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Pelajaran tentang uang jauh lebih penting ketika seorang murid lulus dari sekolah, karena saya yakin dia akan menghadapi suatu masalah ketika menyangkut tentang uang. Masalah uang itu nyata karean setelah murid itu lulus dia akan berhadapan dengan dunia kerja yang keras dan sekali lagi kenapa kita tidak pernah diajari oleh guru kita sebagai pelajaran wajib?
Jika jawabannya belum ada guru yang relevan tentang hal itu, kenapa pemerintah tidak memulainya dari sekarang. Bagi saya pendidikan jauh lebih penting dari pada apapun karena orang yang berpendidikanlah yang pastinya akan bisa memajukan bangsanya. Tetapi kita tentu harus melihat dulu pendidikan yang seperti apa, karena sekarang pendidikan masih menerapkan system tradisional dimana pelajaran hanya seperangkat ilmu yang bisa dibuat bisnis malahan seperti dengan adanya bimbingan belajar yang semakin lama semakin banyak. Pendidikan sekarang tentu lebih mengutamakan nilai, terutama dengan adanya Ujian Nasional pastinya akan semakin berat sekali untuk itu. Jika ditanya jadi apakah saya harus tidak sekolah, tidak saya tidak juga menyarankan untuk tidak sekolah karena dengan sekolah kita jadi bisa membaca, menulis dan berhitung itu kemampuan dasar yang harus dikuasai dulu. Saya hanya mencoba memberikan saran bahwa pendidikan saat ini masih belum cukup untuk membuat orang bisa menjadi kaya, perlu ada system pendidikan yang cocok dimana tentu harus ada pendidikan wajib tentang pelajaran uang seperti saya kemukakan di atas.
Menurut saya itu salah satu solusi terbaik di sektor pendidikan jika Indonesia ke depannya ingin bisa minimal menjadi negara yang maju dan tentu menjadi negara maju tidak bisa dilakukan dalam waktu singat seperti seminggu atau setahun. Menjadi negara maju dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia butuh waktu yang sangat lama, jika anda anda melihat AS saja sebagai Negara adikuasa, di sana masih ada rakyat yang miskin, ingat Negara yang sudah maju seperti AS pun masih ada rakyat yang mskin, kenapa bisa begitu. Saya akan membahasnya di bagian kedua.
Terimakasih semoga tidak pusing.hehe
Labels:
Pendidikan Finansial
Thanks for reading BAGAIMANA CARA MENGENTASKAN KEMISKINAN DI INDONESIA? . Please share...!

0 Comment for "BAGAIMANA CARA MENGENTASKAN KEMISKINAN DI INDONESIA? "