Malam minggu ini saya ingin membuat sebuah tulisan tentang sebuah pembelajaran dari membuat kesalahan. Sebenarnya kajian ini menarik dan menjadi bahan bagi beberapa para pelajar di barat terutama dibidang bisnis. Mengapa ini sangat penting, hal itu karena menyangkut tentang masa depan seorang anak yang ke depannya dia akan menjadi dewasa dan hidup di dunia karier dalam pekerjaannya.
Sebelumnya kita perlu menegok kembali sebuah masa lalu tentang pendidikan yang diterapkan di sekolah sampai saat ini. Kita pasti ingat bahwa semasa anda sekolah dulu pasti ada yang disebut sebagai murid yang pandai cerdas, tetapi ada juga murid yang bodoh di kelas, kenapa bisa begitu?. Menurut pendapat saya itu karena sebuah sudut pandang lingkungan, mungkin murid yang pandai tersebut berhasil dalam mata pelajaran apapun seperti matematika, IPA, dan sebagainya, berbeda dengan anak yang dicap sebagai bodoh itu, mungkin dia dicap bodoh tentu karena dia tidak bisa dalam pelajaran atau karena mendapatkan nilai buruk dalam tes tersebut. Tetapi apakah itu buruk?. Bagi si murid pandai yang selalu sempurna dan si murid yang dicap bodoh. Lalu bagaimana ke depannya dalam dunia nyata, dunia kedewasaan, dunia karier kerja?.
Baca Juga : Kenapa sistem pendidikan sekarang (seperti) membuat kita jadi pegawai?.
Baca Juga : Kenapa sistem pendidikan sekarang (seperti) membuat kita jadi pegawai?.
Cukup menjadi perdebatan bahwa siapakah yang akan menjadi sukses dan berhasil di dunia pasca sekolah si murid pandai ataukah si murid yang dicap bodoh tersebut. Hikmah kesalahan adalah tentang membuat semakin banyak kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut, orang yang terbiasa salah dan gagal pada usia muda memilikikecenderungan sukses dan berhasil lebih besar daripada orang yang tidak pernah membuat kesalahan satupun, apakah itu benar?. Memang masih menjadi pertanyaan yang cukup sulit untuk ditemukan jawabannya. Tetapi jika dilihat dari contoh era sekarang seperti apakah orang-orang sukses terutama kaya raya dari kesalahannya. Warren Buffet pernah merugi dan pernah membuat kesalahan dalam aksinya di bursa saham, apakah sekarang di dicap bodoh, tidak, dia termasuk salah satu orang terkaya di dunia sekarang. Tidak hanya dibidang bisnis, ada juga dibidang olahraga seperti contoh Tiger Wood, dia sukses karena sejak kecil dia sudah mengayunkan tongkat golf (mainan) hingga sekarang menjadi atlet hebat.
Sebenarnya sangat menarik melihat potensi orang sukses sekarang, ternyata orang sukses adalah orang yang telah membuat banyak kesalahan dan belajar dari itu, ingat,dia belajar dari itu. Jadi jika dulu ada murid yang dicap bodoh, sebenarnya itu tergantung dari potensi anak tersebut, mungkin dia dicap bodoh karena tidak bisa mengerjakan tes/ujian sekolah, tetapi mungkin dia memiliki bakat dibidang lain, jadi jangan berkecil hati jika ada anak anda dicap bodoh oleh suatu lingkungan kelas atau sekolah.
Jika anda melihat atlet yang setiap hari berlatih, bahkan pada hari libur pun dia berlatih, apakah dia ke depannya akan menjadi sukses, saya jawab bisa, karena selalu ada keajaiban dalam diri seorang, sebuah jin yang akan membangkitkan bakat itu sendiri. Hikmah dari kesalahan adalah membangkitkan potensi tersebut,membangkitkan bakat yang tertidur tersebut, anda bisa tahu dengan cara menggosoknya seperti sebuah lampu yang berisi jin dalam Disney Aladin.
Hanya saja saat ini, program pendidikan di sekolah membuat murid focus dalam menghadapi ujian nasional, focus menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Saya berpendapat kini sekolah etrutama SD-SMA hanyalah sebuah lahan bisnis yang dimana murid adalah objek produknya. Tentu hal ini akan sulit bagi murid setelah lulus sekolah mereka diajarkan untuk TIDAK MEMBUAT KESALAHAN, karena jika ada murid melakukan itu, dia akan dicap bodoh. Hal itu memberikan sebuah penanaman alam bawah sadar hingga dewasa nanti, tentu dia akan kesulitan menghadapi kerasnya dunia kerja. Apakah itu buruk?. Iya, kenapa?, karena system pendidikan, apa yang murid pelajari seakan hanyalah sebuah tujuan bagi agar dia lolos ujian nasional, atau ujian masuk perguruan tinggi. Apakah itu tujuan kita bersekolah dari SD-SMA?. Ada yang berpendapat, iya tentu, saya ingin anak saya menjadi seorang sukses dibidang pendidikan seperti guru atau dosen. Hal itu bagus tapi tentu hanya sedikit yang bercita-cita seperti itu dalam sebuah kelas sekolah, apakah semua murid di sekolah yang lulus akan bercita-cita sebagai seorang dosen atau guru (dalam artian pengajar)?.
Inilah yang menjadi problematika, siapakah yang harus disalahkan, sistemkah?, Gurukah?, Muridkah?. Menurut pendapat saya itu adalah SYSTEM. Kenapa? karena system pendidikan di Indonesia masih menganut system era industry yaitu system pendidikan militer, contoh semua disamaratakan, harus menguasai dan mendapatkan nilai baik daam bahasa, matematika, IPA,IPS seakan tidak ada ruang di sana untuk memilih yang mereka sukai?. Adakah sekolah negeri yang khusus mempelajari Youtube, atau khusus mempelajari seni, olahraga, kewirausahaan dan sebagainya?. Mungkin sudah ada pihak swasta yang memulai di ranah tersebut, tetapi untuk sekolah negeri tentu system militer yang diterapkan apalagi dengan masih adanya ujian nasional yang dipukul samarata di Indonesia. Itulah system militer, jika masih bingung system militer seperti apa, lihat saja film-film dimana prajurit harus mengikuti komandannya.
Kini akibat dari system yang tidak berubah, tentu banyak pengangguran…karena di sekolah dulu tidak ada pelajaran resmi atau wajib tentang kewirausahaan, seandainya ada itu pun hanya secuil saja. Jika sudah tahu seperti ini apa yang harus dilakukan?. Cobalah melakukan apa yang kamu sukai, terkadang bakat muncul dari apa yang kamu sukai,misal anda suka menggambar saat SD atau SMP, maka cobalah untuk terus mengasah itu, karena ke depannya ada banyak karier yang bagus seperti menjadi seorang pelukis, illustrator, pembuat desain game dan lain sebagainya. Tentu sekolah negeri tidak ada pelajaran resmi atau wajib tentang dasar-dasar game, karena bagi para pendidik seperti guru, game hanyalah permainan. Tetapi jangan salah, game adalah wujud dari karier, dari sebuah bakat yang terlahir dan itu menghasilkan uang.
Jadi memang penting bagi anak anda yang belummengetahui bakatnya apa, solusinya cobalah, cobalah, cobalah mendukungnya apa yang disukai, terutama sesuatu yang positif, entah itu bidang game, music, lukis dan sebagainya. Saya percaya setiap orang, setiap anak memiliki jin yang tertidur di dalam dirinya, jin yang disebut bakat. Hanya saja hanya sedikit orang yang sudah menggosok lampu itu dan membangunkan jin tersebut. Tentu perjalanan untuk membangunkan jin tersebut membutuhkan waktu yang sangat panjang dalam kehidupan seseorang, tetapi saya berdoa semoga tidak seumur hidup anda. ^_^
Labels:
Pendidikan Finansial
Thanks for reading Pentingnya Pendidikan Kesalahan dan Kegagalan. Please share...!

0 Comment for "Pentingnya Pendidikan Kesalahan dan Kegagalan"